percayalah hidup takkan selalu indah
percayalah hidup takkan selalu sedih
percayalah sumber kebahagiaan adalah kedukaan masalah ketika kita bisa melewatinya
percayalah apapun yang ada dihidup ini adalah anugrah
bersabarlah ketika kita tak bisa melihatnya sebagai sebuah keindahan.
Sabtu, 17 Oktober 2009
cara menghadapi masalah, memandang masalah dari sisi berbeda
Kadang kedua mata ini hanya bisa tertutup melihat apa yang terjadi
Karena melihat saja terkadang terlalu menyakitkan
Sehingga yang bisa kita lakukan hanya diam dan melupakan semua
Tapi ketika kita telah ada didepan sana kita akan terkejut karena tak memilki kenangan apapun
Melupakan tak akan menyembuhkan
Melupakan hanya membuat kita kehilangan sebagian dari diri kita
Karena kita tidak akan pernah tau yang namanya kebahagiaan ketikan kita melupakan kesedihan
Terimalah apapun yang menjadi bagian hidupmu,,karena kesempatan untuk memperbaiki diri datang dari kita tahu dimana letak kesalahan kita
Ketika masalah datang janganlah engkau berlari tapi hadapi dan carilah solusi,maka engkau aan menikmati apa yang engkau sebut masalah..dan menyebutnya sebagai tempat untuk mengup grade diri...
So ga da lagi masalah yang ‘masalah’
Karena melihat saja terkadang terlalu menyakitkan
Sehingga yang bisa kita lakukan hanya diam dan melupakan semua
Tapi ketika kita telah ada didepan sana kita akan terkejut karena tak memilki kenangan apapun
Melupakan tak akan menyembuhkan
Melupakan hanya membuat kita kehilangan sebagian dari diri kita
Karena kita tidak akan pernah tau yang namanya kebahagiaan ketikan kita melupakan kesedihan
Terimalah apapun yang menjadi bagian hidupmu,,karena kesempatan untuk memperbaiki diri datang dari kita tahu dimana letak kesalahan kita
Ketika masalah datang janganlah engkau berlari tapi hadapi dan carilah solusi,maka engkau aan menikmati apa yang engkau sebut masalah..dan menyebutnya sebagai tempat untuk mengup grade diri...
So ga da lagi masalah yang ‘masalah’
Senin, 20 Juli 2009
Michael Jackson Smile Lyrics
Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just...
Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
[ Find more Lyrics on www.mp3lyrics.org/8dzk ]
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just...
Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile...
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile
Lyrics: Smile, Michael Jackson [end]
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just...
Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
[ Find more Lyrics on www.mp3lyrics.org/8dzk ]
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just...
Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...
If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile...
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile
Lyrics: Smile, Michael Jackson [end]
manfaat energi gelombang dan pasang-surut air laut
Sebagai Penghasil Listrik
Energi Gelombang Laut
Salah satu potensi laut dan samudra yang belum banyak diketahui masyarakat umum adalah potensi energi laut dan samudra untuk menghasilkan listrik. Negara yang melakukan penelitian dan pengembangan potensi energi samudra untuk menghasilkan listrik adalah Inggris, Prancis dan Jepang.
Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu energi pasang surut (tidal power), energi gelombang laut (wave energy) dan energi panas laut (ocean thermal energy). Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Sedangkan energi panas laut memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan di kedalaman. Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara sederhana dapat dilihat bahwa probabilitas menemukan dan memanfaatkan potensi energi gelombang laut dan energi panas laut lebih besar dari energi pasang surut.
Pada dasarnya pergerakan laut yang menghasilkan gelombang laut terjadi akibat dorongan pergerakan angin. Angin timbul akibat perbedaan tekanan pada 2 titik yang diakibatkan oleh respons pemanasan udara oleh matahari yang berbeda di kedua titik tersebut. Mengingat sifat tersebut maka energi gelombang laut dapat dikategorikan sebagai energi terbarukan.
Gelombang laut secara ideal dapat dipandang berbentuk gelombang yang memiliki ketinggian puncak maksimum dan lembah minimum (lihat gambar 1). Pada selang waktu tertentu, ketinggian puncak yang dicapai serangkaian gelombang laut berbeda-beda, bahkan ketinggian puncak ini berbeda-beda untuk lokasi yang sama jika diukur pada hari yang berbeda. Meskipun demikian secara statistik dapat ditentukan ketinggian signifikan gelombang laut pada satu titik lokasi tertentu.
Bila waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut dihitung dari data jumlah gelombang laut yang teramati pada sebuah selang tertentu, maka dapat diketahui potensi energi gelombang laut di titik lokasi tersebut. Potensi energi gelombang laut pada satu titik pengamatan dalam satuan kw per meter berbanding lurus dengan setengah dari kuadrat ketinggian signifikan dikali waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut. Berdasarkan perhitungan ini dapat diprediksikan berbagai potensi energi dari gelombang laut di berbagai tempat di dunia. Dari data tersebut, diketahui bahwa pantai barat Pulau Sumatera bagian selatan dan pantai selatan Pulau Jawa bagian barat berpotensi memiliki energi gelombang laut sekitar 40 kw/m
Pada dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin generator. Karena itu sangat penting memilih lokasi yang secara topografi memungkinkan akumulasi energi. Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknologi yang optimal dalam mengkonversi energi gelombang laut masih terus dilakukan, saat ini, ada beberapa alternatif teknologi yang dapat dipilih.
Alternatif teknologi yang diprediksikan tepat dikembangkan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah Teknologi Tapered Channel (Tapchan). Prinsip teknologi ini cukup sederhana, gelombang laut yang datang disalurkan memasuki sebuah saluran runcing yang berujung pada sebuah bak penampung yang diletakkan pada sebuah ketinggian tertentu (lihat gambar 3). Air laut yang berada dalam bak penampung dikembalikan ke laut melalui saluran yang terhubung dengan turbin generator penghasil energi listrik. Adanya bak penampung memungkinkan aliran air penggerak turbin dapat beroperasi terus menerus dengan kondisi gelombang laut yang berubah-ubah. Teknologi ini tetap memerlukan bantuan mekanisme pasang surut dan pilihan topografi garis pantai yang tepat. Teknologi ini telah dikembangkan sejak tahun 1985.
Alternatif teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang lebih banyak dikembangkan adalah teknik osilasi kolom air (the oscillating water column). Proses pembangkitan tenaga listrik dengan teknologi ini melalui 2 tahapan proses. Gelombang laut yang datang menekan udara pada kolom air yang diteruskan ke kolom atau ruang tertutup yang terhubung dengan turbin generator. Tekanan tersebut menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. Sebaliknya, gelombang laut yang meninggalkan kolom air diikuti oleh gerakan udara dalam ruang tertutup yang menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. (lihat gambar 2). Variasi prinsip teknologi ini dikembangkan di Jepang dengan nama might whale technology. Di Skotlandia, Inggris Raya, telah dibangun pembangkit tenaga gelombang laut yang menggunakan teknologi ini. Pembangkit yang selesai dibangun pada tahun 2000 ini dilengkapi 2 generator dan 2 turbin counter-rotating yang mampu menghasilkan daya listrik sampai 500 kW.
Selain itu, di Denmark, dikembangkan pula teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang disebut wave dragon, prinsip kerjanya mirip dengan tapered channel. Perbedaannya pada wave dragon, saluran air dan turbin generator diletakkan di tengah bak penampung sehingga memungkinkan pembangkit di pasang tidak di pantai.
Pembangkit-pembangkit tersebut kemudian dihubungkan dengan jaringan transmisi bawah laut ke konsumen. Hal ini menyebabkan biaya instalasi dan perawatan pembangkit ini mahal. Meskipun demikian pembangkit ini tidak menyebabkan polusi dan tidak memerlukan biaya bahan bakar karena sumber penggerakknya energi alam yang bersifat terbarukan..***
Sudarmono Sasmono, mahasiswa magister Teknik Elektro Option Teknik Tenaga Listrik, STEI ITB.
Penulis:
Back
Arsip untuk ‘Energi Pasang Surut’ Kategori
Energi dari Laut
Ditulis oleh namce8081 di/pada Mei 18, 2008
Terdapat berbagai fenomena di laut yang berpotensi sebagai sumber energi, antara lain gelombang, arus, pasang-surut, dan perbedaan temperatur air laut antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter.
Gelombang
Gelombang laut adalah gerakan naik turun permukaan air laut yang secara teratur memperlihatkan bagian-bagian yang tinggi sebagai puncak dan yang rendah sebagai lembah yang bergerak pada arah tertentu. Bila gelombang mencapai suatu pantai, maka massa air laut akan menghempas atau memukul ke pantai atau daratan. Gelombang di permukaan laut adalah hasil dari intraksi antara massa air laut dengan massa udara di atasnya. Gelombang laut yang dominan adalah yang terjadi karena tiupan angin.
Gerakan naik turunnya air laut di laut lepas dan gerakan air laut memukul ke pantai dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara gerakan air laut yang naik turun itu dipakai untuk menggerakkan suatu tuas naik turun, atau untuk menggerakkan suatu pompa, atau untuk menekan kolom udara untuk menggerakkan baling-baling. Prinsipnya adalah mengkonversi gerak mekanik menjadi energi listrik.
Arus
Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain. Arus laut dapat terjadi karena perbedaan salinitas massa air laut, tiupan angin, pasang surut, atau perbedaan permukaan samudera. Arus karena perbedaan salinitas terjadi di kedalaman laut dan tidak dapat dilihat gejalanya dari permukaan laut. Di permukaan samudera, arus laut terjadi terutama karena tiupan angin. Arus yang terjadi di permukaan samudera memiliki pola-pola tertentu yang tetap. Di tempat-tempat tertentu arus laut terjadi kerana perbedaan ketinggian permukaan samudera. Di teluk-teluk atau muara sungai, arus dipengaruhi oleh pasang surut.
Gerakan arus laut dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara sederhana, energi arus dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan cara memasang baling-maling di laut, dan baling-baling itu kemudian menggerakkan turbin yang dapat menghasilkan energi lisrik.
Pasang-surut
Pasang-surut adalah fenomena naik turunnya permukaan laut karena pengaruh gravitasi bulan dan matahari. Gaya gravitasi dri bulan dan matahari itu menyebabkan permukaan air laut di suatu tempat tertentu naik mencapai ketinggian tertentu dan kemudian turun kembali seiring dengan perubahan konfigurasi benda-benda langit tersebut.
Energi dari fenomena pasang-surut ini diambil dengan memanfatkan perbedaan ketinggian permukaan air laut ketika pasang dan ketika surut, dan arus yang terjadi ketika air laut bergerak naik pada waktu pasang dan arus yang terjadi ketika air laut bergerak turun pada waktu surut. Perbedaan ketinggian permukaan air laut dapat dimanfaatkan dengan cara membuat bendungan di mulut terul atau estuari. Sementara itu, arus yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan baling-baling seperti yang telah disebutkan di depan.
Perbedaan Temperatur Air Laut
Terdapat perbedaan temperatur air laut cukup besar antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter. Perbedaannya dapat mencapai 22 derajad Celsius.
Secara sederhana dapat disebutkan bahwa perbedaan temperatur itu dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik dengan cara memanfaatkannya untuk menguapkan Ammonia atau Freon. Tekanan uap yang timbul kemudian dipergunakan untuk memutar turbin. Pemanfaatan perbedaan temperatur air laut untuk membangkitkan energi listrik dikenal dengan nama OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).
Bagaimana kondisi saat ini?
Pada saat ini, telah dikembangkan teknologi untuk memanen energi dari laut melalui pemanfaatan bebagai fenomena tersebut di atas. Pengembangan instalasi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan energi gelombang dan pasang surut telah dilakukan hingga mencapai tingkat komersil di beberapa negara, seperti Skotlandia dan Portugal untuk energi gelombang, dan Perancis dan Amerika Serikat untuk energi pasang surut.
Pengembangan OTEC telah dilakukan dengan berhasil oleh Amerika Serikat di Hawaii. Namun, untuk saat ini energi yang dihailkan belum ekonomis.
Bagaimana di Indonesia?
Sayang sekali, pemerintah Indonesia belum menaruh perhatian yang cukup untuk pengembangan teknologi untuk memanen energi dari laut. Percobaan pengembangan instalasi untuk memanfaatkan enegi gelombang pernah dilakukan di pantai Baron, Yogyakarta. Namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Demikian sekilas tentang memanfaatkan laut sebagai sumber energi. Urian detil tentang teknologinya menyusul.
Salam,
Wahyu Budi Setyawan
Ditulis dalam Energi Arus Laut, Energi Gelombang, Energi Pasang Surut, OTEC | yang berkaitan: ENERGI, Energi Arus, Energi Gelombang, Energi Pasang Surut, Laut,
Sumber Energi Arus : Alternatif Pengganti BBM, Ramah Lingkungan, dan Terbarukan
Erwandi (Laboratorium Hidrodinamika Indonesia, BPP Teknologi)
Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, gas, dan batu bara.
Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable). Bahan bakar fosil semakin habis dan sebentar lagi Indonesia akan menjadi pengimpor BBM.
Beban kerugian yang disangga bangsa Indonesia semakin berkali lipat dengan naiknya harga BBM di pasaran dunia sampai lebih dari 60 dollar AS per barrel. Untuk mengatasi kerugian akibat kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penghematan dengan cara mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005.
Kebijaksanaan
Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah, perlu dilakukan langkah-langkah pencarian sumber-sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta terbarukan. Berdasarkan tempatnya, ada dua sumber energi alternatif, yakni sumber energi alternatif yang berasal dari daratan dan sumber energi yang berasal dari laut. Untuk Jawa yang padat penduduknya, pembangunan fasilitas pembangkit listrik dengan energi alternatif yang berasal dari daratan kemungkinan akan mengalami kendala
peruntukan lahan.
Sebagai negara kepulauan yang besar, laut Indonesia menyediakan sumber energi alternatif yang melimpah. Sumber energi itu meliputi sumber energi yang terbarukan dan tak terbarukan. Selain minyak bumi di lepas pantai dan laut dalam, sumber energi yang tak terbarukan yang berasal dari laut dalam di wilayah Indonesia adalah methane hydrate. Methane hydrate adalah senyawa padat campuran antara gas methan dan air yang terbentuk di laut dalam akibat adanya tekanan hidrostatik yang besar dan suhu yang relatif rendah dan konstan di kedalaman lebih dari 1.000 meter.
Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (ocean thermal energy conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas.
Wilayah Indonesia
Untuk wilayah Indonesia, energi yang punya prospek bagus adalah energi arus laut. Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai banyak pulau dan selat sehingga arus laut akibat interaksi Bumi-Bulan-Matahari mengalami percepatan saat melewati selat-selat tersebut. Selain itu, Indonesia adalah tempat pertemuan arus laut yang diakibatkan oleh konstanta pasang surut M2 yang dominan di Samudra Hindia dengan periode sekitar 12 jam dan konstanta pasang surut K1 yang dominan di Samudra Pasifik dengan periode lebih kurang 24 jam. M2 adalah konstanta pasang surut akibat gerak Bulan mengelilingi Bumi, sedangkan K1 adalah konstanta pasang surut yang diakibatkan oleh kecondongan orbit Bulan saat mengelilingi Bumi.
Interaksi Bumi-Bulan diperkirakan menghasilkan daya energi arus pasang surut setiap harinya sebesar 3.17 TW, lebih besar sedikit dari kapasitas pembangkit listrik yang terpasang di seluruh dunia pada tahun 1995 sebesar 2.92 TW (Kantha & Clayson, 2000). Namun, untuk wilayah Indonesia potensi daya energi arus laut tersebut belum dapat diprediksi kapasitasnya.
Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan.
Kekurangan dari energi arus laut adalah output-nya mengikuti grafik sinusoidal sesuai dengan respons pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan deras sekali, saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari pasang purnama. Kekurangan lainnya adalah biaya instalasi dan pemeliharaannya yang cukup besar. Kendati begitu bila turbin arus laut dirancang dengan kondisi pasang perbani, yakni saat di mana kecepatan arus paling kecil, dan dirancang untuk bekerja secara terus-menerus tanpa reparasi selama lima tahun, maka kekurangan ini dapat diminimalkan dan keuntungan ekonomisnya sangat besar. Hal yang terakhir ini merupakan tantangan teknis tersendiri untuk para insinyur dalam desain sistem turbin, sistem roda gigi, dan sistem generator yang dapat bekerja secara terus-menerus selama lebih kurang lima tahun.
Dari penelitian PL Fraenkel (J Power and Energy Vol 216 A, 2002) lokasi yang ideal untuk instalasi pembangkit listrik tenaga arus mempunyai kecepatan arus dua arah (bidirectional) minimum 2 meter per detik. Yang ideal adalah 2.5 m/s atau lebih. Kalau satu arah (sungai/arus geostropik) minimum 1.2-1.5 m/s. Kedalaman tidak kurang dari 15 meter dan tidak lebih dari 40 atau 50 meter. Relatif dekat dengan pantai agar energi dapat disalurkan dengan biaya rendah. Cukup luas sehingga dapat dipasang lebih dari satu turbin dan bukan daerah pelayaran atau penangkapan ikan.
Simulasi numerik
Simulasi numerik potensi daya listrik di beberapa daerah di Indonesia telah dilakukan oleh Laboratorium Hidrodinamika Indonesia BPP Teknologi. Gambar di bawah ini merupakan contoh hasil simulasi potensi daya listrik di selat Bali dan Lombok dengan menggunakan program MEC-Model buatan Research Committee of Marine Environment, The Society of Naval Architects of Japan. Dengan asumsi efisiensi turbin sebesar 0,593 dan menggunakan kecepatan arus rata-rata selama satu periode pasang surut (residual current) untuk tidal constant M2, potensi daya listrik di beberapa tempat di selat Bali pada kedalaman 12 meter, kondisi pasang perbani, dapat mencapai 300 kW bila menggunakan daun turbin dengan diameter 10 meter. Untuk selat Badung dan selat Lombok bagian selatan potensi energinya berkisar 80-90 kW.
Hasil numerik tersebut dapat digunakan sebagai dasar pemilihan lokasi untuk instalasi turbin arus. Hasil ini masih bersifat global dan kasar. Untuk mengetahui karakteristik kecepatan arus secara lebih detail di tempat-tempat terpilih, perlu diadakan survei lapangan atau simulasi numerik detail dengan menggunakan program khusus Full-3D yang juga disediakan oleh MEC-Model program.
Ada dua jenis rotor (daun turbin) untuk konversi energi kinetik, yang pertama adalah jenis rotor yang mirip dengan kincir angin. Tipe ini sering disebut juga dengan turbin dengan poros horizontal. Yang kedua adalah cross-flow rotor atau rotor Darrieus. Ini adalah tipe turbin dengan poros vertikal karena porosnya tegak lurus dengan arah arus. Menurut PL Fraenkel, rotor Darrieus mempunyai beberapa kekurangan, rotor tidak dapat langsung berputar, kalau sudah berputar sulit dihentikan bila ada keadaan darurat, dan butuh ongkos tambah untuk konstruksinya. Untuk mempertinggi efisiensi, kedua tipe rotor ini biasanya ditambahi dengan nozzle, duct, atau venturi untuk mempercepat aliran arus yang masuk ke piringan daun rotor.
Dewasa ini penelitian tentang teknologi konversi arus laut menjadi energi listrik sedang berlangsung sangat gencar. Inggris sudah memasang prototipe skala penuh dengan kapasitas 300 MW di Foreland Point, North Devon, pada Mei 2003. Norwegia juga telah melakukan instalasi di Kvalsundet Hammerfest dengan kapasitas 700 MW. Jepang, dengan menggunakan program MEC-Model, melakukan studi kelayakan pemasangan turbin di Selat Kanmon antara Pulau Honshu dan Kyushu. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia seharusnya mulai meneliti secara intensif potensi energi arus laut ini dan memanfaatkannya untuk menghadapi bencana krisis energi karena masalah kenaikan harga dan langkanya BBM.
SEKIAN SEMOGABERMANFAAT
Energi Gelombang Laut
Salah satu potensi laut dan samudra yang belum banyak diketahui masyarakat umum adalah potensi energi laut dan samudra untuk menghasilkan listrik. Negara yang melakukan penelitian dan pengembangan potensi energi samudra untuk menghasilkan listrik adalah Inggris, Prancis dan Jepang.
Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu energi pasang surut (tidal power), energi gelombang laut (wave energy) dan energi panas laut (ocean thermal energy). Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Sedangkan energi panas laut memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan di kedalaman. Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara sederhana dapat dilihat bahwa probabilitas menemukan dan memanfaatkan potensi energi gelombang laut dan energi panas laut lebih besar dari energi pasang surut.
Pada dasarnya pergerakan laut yang menghasilkan gelombang laut terjadi akibat dorongan pergerakan angin. Angin timbul akibat perbedaan tekanan pada 2 titik yang diakibatkan oleh respons pemanasan udara oleh matahari yang berbeda di kedua titik tersebut. Mengingat sifat tersebut maka energi gelombang laut dapat dikategorikan sebagai energi terbarukan.
Gelombang laut secara ideal dapat dipandang berbentuk gelombang yang memiliki ketinggian puncak maksimum dan lembah minimum (lihat gambar 1). Pada selang waktu tertentu, ketinggian puncak yang dicapai serangkaian gelombang laut berbeda-beda, bahkan ketinggian puncak ini berbeda-beda untuk lokasi yang sama jika diukur pada hari yang berbeda. Meskipun demikian secara statistik dapat ditentukan ketinggian signifikan gelombang laut pada satu titik lokasi tertentu.
Bila waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut dihitung dari data jumlah gelombang laut yang teramati pada sebuah selang tertentu, maka dapat diketahui potensi energi gelombang laut di titik lokasi tersebut. Potensi energi gelombang laut pada satu titik pengamatan dalam satuan kw per meter berbanding lurus dengan setengah dari kuadrat ketinggian signifikan dikali waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut. Berdasarkan perhitungan ini dapat diprediksikan berbagai potensi energi dari gelombang laut di berbagai tempat di dunia. Dari data tersebut, diketahui bahwa pantai barat Pulau Sumatera bagian selatan dan pantai selatan Pulau Jawa bagian barat berpotensi memiliki energi gelombang laut sekitar 40 kw/m
Pada dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin generator. Karena itu sangat penting memilih lokasi yang secara topografi memungkinkan akumulasi energi. Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknologi yang optimal dalam mengkonversi energi gelombang laut masih terus dilakukan, saat ini, ada beberapa alternatif teknologi yang dapat dipilih.
Alternatif teknologi yang diprediksikan tepat dikembangkan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah Teknologi Tapered Channel (Tapchan). Prinsip teknologi ini cukup sederhana, gelombang laut yang datang disalurkan memasuki sebuah saluran runcing yang berujung pada sebuah bak penampung yang diletakkan pada sebuah ketinggian tertentu (lihat gambar 3). Air laut yang berada dalam bak penampung dikembalikan ke laut melalui saluran yang terhubung dengan turbin generator penghasil energi listrik. Adanya bak penampung memungkinkan aliran air penggerak turbin dapat beroperasi terus menerus dengan kondisi gelombang laut yang berubah-ubah. Teknologi ini tetap memerlukan bantuan mekanisme pasang surut dan pilihan topografi garis pantai yang tepat. Teknologi ini telah dikembangkan sejak tahun 1985.
Alternatif teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang lebih banyak dikembangkan adalah teknik osilasi kolom air (the oscillating water column). Proses pembangkitan tenaga listrik dengan teknologi ini melalui 2 tahapan proses. Gelombang laut yang datang menekan udara pada kolom air yang diteruskan ke kolom atau ruang tertutup yang terhubung dengan turbin generator. Tekanan tersebut menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. Sebaliknya, gelombang laut yang meninggalkan kolom air diikuti oleh gerakan udara dalam ruang tertutup yang menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. (lihat gambar 2). Variasi prinsip teknologi ini dikembangkan di Jepang dengan nama might whale technology. Di Skotlandia, Inggris Raya, telah dibangun pembangkit tenaga gelombang laut yang menggunakan teknologi ini. Pembangkit yang selesai dibangun pada tahun 2000 ini dilengkapi 2 generator dan 2 turbin counter-rotating yang mampu menghasilkan daya listrik sampai 500 kW.
Selain itu, di Denmark, dikembangkan pula teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang disebut wave dragon, prinsip kerjanya mirip dengan tapered channel. Perbedaannya pada wave dragon, saluran air dan turbin generator diletakkan di tengah bak penampung sehingga memungkinkan pembangkit di pasang tidak di pantai.
Pembangkit-pembangkit tersebut kemudian dihubungkan dengan jaringan transmisi bawah laut ke konsumen. Hal ini menyebabkan biaya instalasi dan perawatan pembangkit ini mahal. Meskipun demikian pembangkit ini tidak menyebabkan polusi dan tidak memerlukan biaya bahan bakar karena sumber penggerakknya energi alam yang bersifat terbarukan..***
Sudarmono Sasmono, mahasiswa magister Teknik Elektro Option Teknik Tenaga Listrik, STEI ITB.
Penulis:
Back
Arsip untuk ‘Energi Pasang Surut’ Kategori
Energi dari Laut
Ditulis oleh namce8081 di/pada Mei 18, 2008
Terdapat berbagai fenomena di laut yang berpotensi sebagai sumber energi, antara lain gelombang, arus, pasang-surut, dan perbedaan temperatur air laut antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter.
Gelombang
Gelombang laut adalah gerakan naik turun permukaan air laut yang secara teratur memperlihatkan bagian-bagian yang tinggi sebagai puncak dan yang rendah sebagai lembah yang bergerak pada arah tertentu. Bila gelombang mencapai suatu pantai, maka massa air laut akan menghempas atau memukul ke pantai atau daratan. Gelombang di permukaan laut adalah hasil dari intraksi antara massa air laut dengan massa udara di atasnya. Gelombang laut yang dominan adalah yang terjadi karena tiupan angin.
Gerakan naik turunnya air laut di laut lepas dan gerakan air laut memukul ke pantai dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara gerakan air laut yang naik turun itu dipakai untuk menggerakkan suatu tuas naik turun, atau untuk menggerakkan suatu pompa, atau untuk menekan kolom udara untuk menggerakkan baling-baling. Prinsipnya adalah mengkonversi gerak mekanik menjadi energi listrik.
Arus
Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain. Arus laut dapat terjadi karena perbedaan salinitas massa air laut, tiupan angin, pasang surut, atau perbedaan permukaan samudera. Arus karena perbedaan salinitas terjadi di kedalaman laut dan tidak dapat dilihat gejalanya dari permukaan laut. Di permukaan samudera, arus laut terjadi terutama karena tiupan angin. Arus yang terjadi di permukaan samudera memiliki pola-pola tertentu yang tetap. Di tempat-tempat tertentu arus laut terjadi kerana perbedaan ketinggian permukaan samudera. Di teluk-teluk atau muara sungai, arus dipengaruhi oleh pasang surut.
Gerakan arus laut dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Secara sederhana, energi arus dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan cara memasang baling-maling di laut, dan baling-baling itu kemudian menggerakkan turbin yang dapat menghasilkan energi lisrik.
Pasang-surut
Pasang-surut adalah fenomena naik turunnya permukaan laut karena pengaruh gravitasi bulan dan matahari. Gaya gravitasi dri bulan dan matahari itu menyebabkan permukaan air laut di suatu tempat tertentu naik mencapai ketinggian tertentu dan kemudian turun kembali seiring dengan perubahan konfigurasi benda-benda langit tersebut.
Energi dari fenomena pasang-surut ini diambil dengan memanfatkan perbedaan ketinggian permukaan air laut ketika pasang dan ketika surut, dan arus yang terjadi ketika air laut bergerak naik pada waktu pasang dan arus yang terjadi ketika air laut bergerak turun pada waktu surut. Perbedaan ketinggian permukaan air laut dapat dimanfaatkan dengan cara membuat bendungan di mulut terul atau estuari. Sementara itu, arus yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan baling-baling seperti yang telah disebutkan di depan.
Perbedaan Temperatur Air Laut
Terdapat perbedaan temperatur air laut cukup besar antara air laut di permukaan laut dan air laut di kedalaman ribuan meter. Perbedaannya dapat mencapai 22 derajad Celsius.
Secara sederhana dapat disebutkan bahwa perbedaan temperatur itu dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik dengan cara memanfaatkannya untuk menguapkan Ammonia atau Freon. Tekanan uap yang timbul kemudian dipergunakan untuk memutar turbin. Pemanfaatan perbedaan temperatur air laut untuk membangkitkan energi listrik dikenal dengan nama OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).
Bagaimana kondisi saat ini?
Pada saat ini, telah dikembangkan teknologi untuk memanen energi dari laut melalui pemanfaatan bebagai fenomena tersebut di atas. Pengembangan instalasi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan energi gelombang dan pasang surut telah dilakukan hingga mencapai tingkat komersil di beberapa negara, seperti Skotlandia dan Portugal untuk energi gelombang, dan Perancis dan Amerika Serikat untuk energi pasang surut.
Pengembangan OTEC telah dilakukan dengan berhasil oleh Amerika Serikat di Hawaii. Namun, untuk saat ini energi yang dihailkan belum ekonomis.
Bagaimana di Indonesia?
Sayang sekali, pemerintah Indonesia belum menaruh perhatian yang cukup untuk pengembangan teknologi untuk memanen energi dari laut. Percobaan pengembangan instalasi untuk memanfaatkan enegi gelombang pernah dilakukan di pantai Baron, Yogyakarta. Namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Demikian sekilas tentang memanfaatkan laut sebagai sumber energi. Urian detil tentang teknologinya menyusul.
Salam,
Wahyu Budi Setyawan
Ditulis dalam Energi Arus Laut, Energi Gelombang, Energi Pasang Surut, OTEC | yang berkaitan: ENERGI, Energi Arus, Energi Gelombang, Energi Pasang Surut, Laut,
Sumber Energi Arus : Alternatif Pengganti BBM, Ramah Lingkungan, dan Terbarukan
Erwandi (Laboratorium Hidrodinamika Indonesia, BPP Teknologi)
Saat ini sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, gas, dan batu bara.
Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable). Bahan bakar fosil semakin habis dan sebentar lagi Indonesia akan menjadi pengimpor BBM.
Beban kerugian yang disangga bangsa Indonesia semakin berkali lipat dengan naiknya harga BBM di pasaran dunia sampai lebih dari 60 dollar AS per barrel. Untuk mengatasi kerugian akibat kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penghematan dengan cara mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005.
Kebijaksanaan
Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah, perlu dilakukan langkah-langkah pencarian sumber-sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta terbarukan. Berdasarkan tempatnya, ada dua sumber energi alternatif, yakni sumber energi alternatif yang berasal dari daratan dan sumber energi yang berasal dari laut. Untuk Jawa yang padat penduduknya, pembangunan fasilitas pembangkit listrik dengan energi alternatif yang berasal dari daratan kemungkinan akan mengalami kendala
peruntukan lahan.
Sebagai negara kepulauan yang besar, laut Indonesia menyediakan sumber energi alternatif yang melimpah. Sumber energi itu meliputi sumber energi yang terbarukan dan tak terbarukan. Selain minyak bumi di lepas pantai dan laut dalam, sumber energi yang tak terbarukan yang berasal dari laut dalam di wilayah Indonesia adalah methane hydrate. Methane hydrate adalah senyawa padat campuran antara gas methan dan air yang terbentuk di laut dalam akibat adanya tekanan hidrostatik yang besar dan suhu yang relatif rendah dan konstan di kedalaman lebih dari 1.000 meter.
Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (ocean thermal energy conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas.
Wilayah Indonesia
Untuk wilayah Indonesia, energi yang punya prospek bagus adalah energi arus laut. Hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai banyak pulau dan selat sehingga arus laut akibat interaksi Bumi-Bulan-Matahari mengalami percepatan saat melewati selat-selat tersebut. Selain itu, Indonesia adalah tempat pertemuan arus laut yang diakibatkan oleh konstanta pasang surut M2 yang dominan di Samudra Hindia dengan periode sekitar 12 jam dan konstanta pasang surut K1 yang dominan di Samudra Pasifik dengan periode lebih kurang 24 jam. M2 adalah konstanta pasang surut akibat gerak Bulan mengelilingi Bumi, sedangkan K1 adalah konstanta pasang surut yang diakibatkan oleh kecondongan orbit Bulan saat mengelilingi Bumi.
Interaksi Bumi-Bulan diperkirakan menghasilkan daya energi arus pasang surut setiap harinya sebesar 3.17 TW, lebih besar sedikit dari kapasitas pembangkit listrik yang terpasang di seluruh dunia pada tahun 1995 sebesar 2.92 TW (Kantha & Clayson, 2000). Namun, untuk wilayah Indonesia potensi daya energi arus laut tersebut belum dapat diprediksi kapasitasnya.
Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan, energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin. Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan.
Kekurangan dari energi arus laut adalah output-nya mengikuti grafik sinusoidal sesuai dengan respons pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan deras sekali, saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari pasang purnama. Kekurangan lainnya adalah biaya instalasi dan pemeliharaannya yang cukup besar. Kendati begitu bila turbin arus laut dirancang dengan kondisi pasang perbani, yakni saat di mana kecepatan arus paling kecil, dan dirancang untuk bekerja secara terus-menerus tanpa reparasi selama lima tahun, maka kekurangan ini dapat diminimalkan dan keuntungan ekonomisnya sangat besar. Hal yang terakhir ini merupakan tantangan teknis tersendiri untuk para insinyur dalam desain sistem turbin, sistem roda gigi, dan sistem generator yang dapat bekerja secara terus-menerus selama lebih kurang lima tahun.
Dari penelitian PL Fraenkel (J Power and Energy Vol 216 A, 2002) lokasi yang ideal untuk instalasi pembangkit listrik tenaga arus mempunyai kecepatan arus dua arah (bidirectional) minimum 2 meter per detik. Yang ideal adalah 2.5 m/s atau lebih. Kalau satu arah (sungai/arus geostropik) minimum 1.2-1.5 m/s. Kedalaman tidak kurang dari 15 meter dan tidak lebih dari 40 atau 50 meter. Relatif dekat dengan pantai agar energi dapat disalurkan dengan biaya rendah. Cukup luas sehingga dapat dipasang lebih dari satu turbin dan bukan daerah pelayaran atau penangkapan ikan.
Simulasi numerik
Simulasi numerik potensi daya listrik di beberapa daerah di Indonesia telah dilakukan oleh Laboratorium Hidrodinamika Indonesia BPP Teknologi. Gambar di bawah ini merupakan contoh hasil simulasi potensi daya listrik di selat Bali dan Lombok dengan menggunakan program MEC-Model buatan Research Committee of Marine Environment, The Society of Naval Architects of Japan. Dengan asumsi efisiensi turbin sebesar 0,593 dan menggunakan kecepatan arus rata-rata selama satu periode pasang surut (residual current) untuk tidal constant M2, potensi daya listrik di beberapa tempat di selat Bali pada kedalaman 12 meter, kondisi pasang perbani, dapat mencapai 300 kW bila menggunakan daun turbin dengan diameter 10 meter. Untuk selat Badung dan selat Lombok bagian selatan potensi energinya berkisar 80-90 kW.
Hasil numerik tersebut dapat digunakan sebagai dasar pemilihan lokasi untuk instalasi turbin arus. Hasil ini masih bersifat global dan kasar. Untuk mengetahui karakteristik kecepatan arus secara lebih detail di tempat-tempat terpilih, perlu diadakan survei lapangan atau simulasi numerik detail dengan menggunakan program khusus Full-3D yang juga disediakan oleh MEC-Model program.
Ada dua jenis rotor (daun turbin) untuk konversi energi kinetik, yang pertama adalah jenis rotor yang mirip dengan kincir angin. Tipe ini sering disebut juga dengan turbin dengan poros horizontal. Yang kedua adalah cross-flow rotor atau rotor Darrieus. Ini adalah tipe turbin dengan poros vertikal karena porosnya tegak lurus dengan arah arus. Menurut PL Fraenkel, rotor Darrieus mempunyai beberapa kekurangan, rotor tidak dapat langsung berputar, kalau sudah berputar sulit dihentikan bila ada keadaan darurat, dan butuh ongkos tambah untuk konstruksinya. Untuk mempertinggi efisiensi, kedua tipe rotor ini biasanya ditambahi dengan nozzle, duct, atau venturi untuk mempercepat aliran arus yang masuk ke piringan daun rotor.
Dewasa ini penelitian tentang teknologi konversi arus laut menjadi energi listrik sedang berlangsung sangat gencar. Inggris sudah memasang prototipe skala penuh dengan kapasitas 300 MW di Foreland Point, North Devon, pada Mei 2003. Norwegia juga telah melakukan instalasi di Kvalsundet Hammerfest dengan kapasitas 700 MW. Jepang, dengan menggunakan program MEC-Model, melakukan studi kelayakan pemasangan turbin di Selat Kanmon antara Pulau Honshu dan Kyushu. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia seharusnya mulai meneliti secara intensif potensi energi arus laut ini dan memanfaatkannya untuk menghadapi bencana krisis energi karena masalah kenaikan harga dan langkanya BBM.
SEKIAN SEMOGABERMANFAAT
Senin, 01 Juni 2009
contoh pidato bahasa inggris
Assalamualaikum wr.wb
With all respect to the honourable judges, to all of audiences here, ladies and gentlemen,
Good morning!
First of all, let us thank Allah SWT which because of his blessings, we all can gather here on this event. Peace and salutation be upon to our noble character Muhammad peace is upon him.
In this opportunity I would like to deliver my speech about “Promoting the important role of Indonesia in the International world”. As the people of Indonesia do you ever think the most important role of Indonesia in the international world?
Indonesia is a country that has the three largest tropical forests in the world after Brazil and Congo.
As the owner of the largest tropical forest which becomes the world lungs, Indonesia has the important role in maintaining the balance of the earth environment, including the climate change, so it essential to pay more attention
Ladies and Gentlemen…
The existence of the forest nowadays becomes very important because the forest has three roles in influencing the changing in the global climate. Namely as absorbent, storage, and at the same time it is also as the source of greenhouse gases.
Greenhouse gases are gases that caused atmosphere damage and caused the greenhouse effect, where the temperature of the earth increased. These gases in fact emerged naturally in the environment, and also can emerge resulting from the activity of humankind.
In relation to each role, the forest must be managed well in order to be able to absorb and keep the green house gases as much gases as possible. It is also expected to lessen the GHG emission to maintain the climate change which is now becoming phenomenon of the global heating.
Indonesian law on forestry stated that that the forest must be use for the welfare of the whole citizen and to increase the economic condition, to do this it is both the role of Indonesian government and the world official to manage and to supervise forestry in order to get rid off deforestation.
Ladies and Gentlemen…
What has been done by the Indonesian government? The department of Forestry as the length hands of the government intensively continued gave an adequate input, and provides more incentive to the forest staff and manager who had done prime jobs but drop back the incentive if they don’t do the job properly.
Ladies and gentlemen…
The government of Indonesia also has put priority in rehabilitation program to overcome forest deforestation and land degradation, one of the program is reforestation program by the government agency and all the people of Indonesia to maintain conservation of the forest, at least eliminate deforestation and degradation this program is done continuously every year.
For example until the year 2005, the government of Indonesia had developed the crop forest for 3.906.883 hectare that consisted of the Industrial Forest (HTI), Gerhan Plant, non Gerhan, and the citizen Forest (HTR).
Till the year 2025 later, the Department of Forestry will project to develop crop forest up to 25.615.492 hectare.
Ladies and gentlemen…
Indonesia has also been playing his role as the conference host of United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in the year 2007 which was just carried out in Denpasar last December 3-14 2007. This conference had produced several decisions and the most important decision is called Balinese Roadmap. The decision was made as preparations for the UN conference about the global climate change that will be held in Copenhagen (Denmark) during 2009. Further, the results of the conference in Copenhagen will be ratified by the countries in the world to replace Kyoto Protocol that will be end in the year 2012.
Basically, Balinese Roadmap was steps about the agreement of the adaptation action, the reduction road in greenhouse gases emissions, and the transfer of technology and finance that covered the adaptation and mitigation.
Ladies and Gentlemen…
How crucial the earth environmental problems we face were different from another environment rumour that only has local impact; whereas the global warming impact will strike all the surface of the earth. Not even one country that can avoid global warming. Environmental damage resulting from global warming is indicated not only will paralyse the development of economics, but also threatened the continuation of the human life.
Finally I would like to conclude that the government of Indonesia has done some effort to protect the earth from destruction. By reforestation and work hand in hand with the countries in the world that concern about the existence of the earth.
Indonesia as the country with a large tropical forest has a golden opportunity to carve the history to save the nations in the world by protecting and maintaining green forest in preventing the global warming.
Ok, ladies and gentlemen
Thus, what I can deliver to you all, thank you for you attention.
Wassalamualaikum wr.wb
With all respect to the honourable judges, to all of audiences here, ladies and gentlemen,
Good morning!
First of all, let us thank Allah SWT which because of his blessings, we all can gather here on this event. Peace and salutation be upon to our noble character Muhammad peace is upon him.
In this opportunity I would like to deliver my speech about “Promoting the important role of Indonesia in the International world”. As the people of Indonesia do you ever think the most important role of Indonesia in the international world?
Indonesia is a country that has the three largest tropical forests in the world after Brazil and Congo.
As the owner of the largest tropical forest which becomes the world lungs, Indonesia has the important role in maintaining the balance of the earth environment, including the climate change, so it essential to pay more attention
Ladies and Gentlemen…
The existence of the forest nowadays becomes very important because the forest has three roles in influencing the changing in the global climate. Namely as absorbent, storage, and at the same time it is also as the source of greenhouse gases.
Greenhouse gases are gases that caused atmosphere damage and caused the greenhouse effect, where the temperature of the earth increased. These gases in fact emerged naturally in the environment, and also can emerge resulting from the activity of humankind.
In relation to each role, the forest must be managed well in order to be able to absorb and keep the green house gases as much gases as possible. It is also expected to lessen the GHG emission to maintain the climate change which is now becoming phenomenon of the global heating.
Indonesian law on forestry stated that that the forest must be use for the welfare of the whole citizen and to increase the economic condition, to do this it is both the role of Indonesian government and the world official to manage and to supervise forestry in order to get rid off deforestation.
Ladies and Gentlemen…
What has been done by the Indonesian government? The department of Forestry as the length hands of the government intensively continued gave an adequate input, and provides more incentive to the forest staff and manager who had done prime jobs but drop back the incentive if they don’t do the job properly.
Ladies and gentlemen…
The government of Indonesia also has put priority in rehabilitation program to overcome forest deforestation and land degradation, one of the program is reforestation program by the government agency and all the people of Indonesia to maintain conservation of the forest, at least eliminate deforestation and degradation this program is done continuously every year.
For example until the year 2005, the government of Indonesia had developed the crop forest for 3.906.883 hectare that consisted of the Industrial Forest (HTI), Gerhan Plant, non Gerhan, and the citizen Forest (HTR).
Till the year 2025 later, the Department of Forestry will project to develop crop forest up to 25.615.492 hectare.
Ladies and gentlemen…
Indonesia has also been playing his role as the conference host of United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) in the year 2007 which was just carried out in Denpasar last December 3-14 2007. This conference had produced several decisions and the most important decision is called Balinese Roadmap. The decision was made as preparations for the UN conference about the global climate change that will be held in Copenhagen (Denmark) during 2009. Further, the results of the conference in Copenhagen will be ratified by the countries in the world to replace Kyoto Protocol that will be end in the year 2012.
Basically, Balinese Roadmap was steps about the agreement of the adaptation action, the reduction road in greenhouse gases emissions, and the transfer of technology and finance that covered the adaptation and mitigation.
Ladies and Gentlemen…
How crucial the earth environmental problems we face were different from another environment rumour that only has local impact; whereas the global warming impact will strike all the surface of the earth. Not even one country that can avoid global warming. Environmental damage resulting from global warming is indicated not only will paralyse the development of economics, but also threatened the continuation of the human life.
Finally I would like to conclude that the government of Indonesia has done some effort to protect the earth from destruction. By reforestation and work hand in hand with the countries in the world that concern about the existence of the earth.
Indonesia as the country with a large tropical forest has a golden opportunity to carve the history to save the nations in the world by protecting and maintaining green forest in preventing the global warming.
Ok, ladies and gentlemen
Thus, what I can deliver to you all, thank you for you attention.
Wassalamualaikum wr.wb
contoh mc formal
Yang terhormat ketua jurusan teknik kimia unjani
jajaran dosen teknik kimia unjani
ketua himpunan tekim unjani
para peserta kuliah tamu
Assalamualaikum wr. Wb
Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas nikmat dan rahmat-Nya kita dilahirkan dilingkungan orang-orang berilmu sehingga kita dapat merasakan nikmatnya mencari ilmu.
Shalawat serta salam marilah kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia, Selamat datang di acara Kuliah Tamu 2009 dengan tema “How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”.
Adapun susunan acara pada kuliah tamu 2009 adalah:
Pembukaan
Sambutan-sambutan
Pemberian Materi
Sesi Tanya Jawab
Penutup
Baiklah, sebelum memulai acara marilah kita buka acara kuliah tamu dengan membacakan basmalah bersama-sama...
Beranjak ke acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan.
Sambutan yang pertama akan disampaikan oleh ketua pelaksana kultam 2009, kepada saudara M. Genta kami persilahkan.
Terimakasih kepada saudara M. Genta
Sambutan selanjutnya akan disampaikan oleh ketua himpunan tekim, kepada saudara Harry Ardiansyah kami persilahkan.
Terimakasih kepada saudara Harry A
Sambutan selanjutnya akan disampaikan oleh Ketua Jurusan Tekim, kepada Bapak Bambang HP kami persilahkan.
Terimakasih kepada Bapak Bambang HP atas sambutannya.
Langsung saja masuk pada acara inti yaitu pemberian materi dengan judul“How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”,yang akan disampaikan oleh Bapak Acep Yunus Abdullah, berikut profile nya...
Baik, kepada bapak Acep dipersilahkan
Rekan-rekan yang berbahagia, demikian uraian materi tentang “How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”. Dari materi yang telah disampaikan tidak menutup kemungkinan masih ada hal-hal yang belum dimengerti dan ingin ditanyakan.
Untuk itu kami buka sesi tanya jawab, untuk sesi pertama terdiri dari 3 pertanyaan, kepada rekan-rekan yang ingin bertanya dipersilakan mengacungkan tangan dan menyebutkan nama terlebih dahulu.
Baik ,penanya pertama saudara....dengan pertanyaan.....
Ya, dipersilahkan kepada para narasumber kita untuk menjawab....
(buka sesi pertanyaan ke 2 jika memungkinkan)
Dari uraian dan beberapa pertanyaan tadi dapat disimpulkan bahwa....
Tak terasa dengan berakhirnya sesi tanya jawab tadi maka nerakhir pula acara kultam pada kesempatan kali ini semoga apa yang telah disampaikan bermanfaat bagi kita semua amin.
Terimakasih kepada para narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu dan pemikiran dengan kami, kepada ketua jurusan beserta jajaran dosen yang telah bersedia hadir, serta seluruh peserta kuliah tamu yang turut berpartisipasi.
Marilah kita tutup acara kuliah tamu 2009 dengan membaca hamdalah bersama-sama...Alhamdulillah
Terimakasih atas segala perhatian
Mohon maaf atas segala kekurangan
Wabillahitaufiq wal hidayah, wassalamualaikum wr.wb
jajaran dosen teknik kimia unjani
ketua himpunan tekim unjani
para peserta kuliah tamu
Assalamualaikum wr. Wb
Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas nikmat dan rahmat-Nya kita dilahirkan dilingkungan orang-orang berilmu sehingga kita dapat merasakan nikmatnya mencari ilmu.
Shalawat serta salam marilah kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia, Selamat datang di acara Kuliah Tamu 2009 dengan tema “How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”.
Adapun susunan acara pada kuliah tamu 2009 adalah:
Pembukaan
Sambutan-sambutan
Pemberian Materi
Sesi Tanya Jawab
Penutup
Baiklah, sebelum memulai acara marilah kita buka acara kuliah tamu dengan membacakan basmalah bersama-sama...
Beranjak ke acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan.
Sambutan yang pertama akan disampaikan oleh ketua pelaksana kultam 2009, kepada saudara M. Genta kami persilahkan.
Terimakasih kepada saudara M. Genta
Sambutan selanjutnya akan disampaikan oleh ketua himpunan tekim, kepada saudara Harry Ardiansyah kami persilahkan.
Terimakasih kepada saudara Harry A
Sambutan selanjutnya akan disampaikan oleh Ketua Jurusan Tekim, kepada Bapak Bambang HP kami persilahkan.
Terimakasih kepada Bapak Bambang HP atas sambutannya.
Langsung saja masuk pada acara inti yaitu pemberian materi dengan judul“How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”,yang akan disampaikan oleh Bapak Acep Yunus Abdullah, berikut profile nya...
Baik, kepada bapak Acep dipersilahkan
Rekan-rekan yang berbahagia, demikian uraian materi tentang “How Serious Is The Impact of Global Economic Crisis To Job Opportunity”. Dari materi yang telah disampaikan tidak menutup kemungkinan masih ada hal-hal yang belum dimengerti dan ingin ditanyakan.
Untuk itu kami buka sesi tanya jawab, untuk sesi pertama terdiri dari 3 pertanyaan, kepada rekan-rekan yang ingin bertanya dipersilakan mengacungkan tangan dan menyebutkan nama terlebih dahulu.
Baik ,penanya pertama saudara....dengan pertanyaan.....
Ya, dipersilahkan kepada para narasumber kita untuk menjawab....
(buka sesi pertanyaan ke 2 jika memungkinkan)
Dari uraian dan beberapa pertanyaan tadi dapat disimpulkan bahwa....
Tak terasa dengan berakhirnya sesi tanya jawab tadi maka nerakhir pula acara kultam pada kesempatan kali ini semoga apa yang telah disampaikan bermanfaat bagi kita semua amin.
Terimakasih kepada para narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu dan pemikiran dengan kami, kepada ketua jurusan beserta jajaran dosen yang telah bersedia hadir, serta seluruh peserta kuliah tamu yang turut berpartisipasi.
Marilah kita tutup acara kuliah tamu 2009 dengan membaca hamdalah bersama-sama...Alhamdulillah
Terimakasih atas segala perhatian
Mohon maaf atas segala kekurangan
Wabillahitaufiq wal hidayah, wassalamualaikum wr.wb
Minggu, 31 Mei 2009
manfaat jeruk nipis
Jeruk nipis
Jeruk nipis
Buah jeruk nipis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Citrus
Spesies: C. aurantifolia
Nama binomial
Citrus aurantifolia
(Christm.) Swingle
Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya.
Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.
1. Syarat Tumbuh
a. Iklim
• Ketinggian tempat : 200 m - 1.300 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 1.000 mm - 1.500 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 12 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 200 C - 300 C • Kelembapan : sedang - tinggi
• Penyinaran : sedang
b. Tanah
• Jenis : latosol, aluvial, andosol.
• Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 40 cm - 170 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 4 - 9
• Kesuburan : sedang - tinggi
2. Pedoman Bertanam
a. Pegolahan Tanah
• Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
• Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
• Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.
b. Persiapan Bibit
• Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.
c. Penanaman
• Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
• Jarak tanam 6 m x 6 m.
Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk. Obat Amandel, Malaria, Ambeien, Sesak Nafas, Influenza, Batuk; Sakit panas, Sembelit, Terlambat haid, perut mules saat haid; Disentri, Perut Mulas, Perut Mual, Lelah, Bau badan, Keriput wajah;
Rasa jeruk nipis yang asam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Dari kandungan berbagai minyak dan zat di dalamnya, jeruk nipis dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan, jeruk nipis juga mempunyai manfaat mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan tersebut, mengonsumsi jeruk nipis bisa mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh Kepala Instalasi Renal RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja'bani.
Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Ia mengatakan kandungan sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia Swingle yang bulat) 10 kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.
Pada umumnya asam sitrat dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari. Maka pemberian jeruk nipis lebih bagus dikonsumsi sesaat sesudah makan malam. Perasan jeruk nipis yang dikonsumsi sesudah makan malam tersebut dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Air perasan dua buah jeruk nipis itu diencerkan dalam dua gelas air.
Meminum campuran jeruk ini bisa menurunkan dan mencegah kekambuhan batu ginjal kalsium idiopatik. Pencegahan penyakit ini perlu sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80 persen penderita batu ginjal. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi masukan kalsium yang cukup, dan mengonsumsi protein rendah fosfat.
KANDUNGAN KIMIA :
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kiniia yang bemianfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat.
100 gram buah jeruk nipis mengandung:
- vitamin C 27 miligram,
- kalsium 40 miligram,
- fosfor 22 miligram,
- hidrat arang 12,4 gram,
- vitamin B 1 0,04 miligram,
- zat besi 0,6 miligram,
- lemak 0,1 gram,
- kalori 37 gram,
- protein 0,8 gram dan - air 86 gram.
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.
Jeruk nipis
Buah jeruk nipis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Citrus
Spesies: C. aurantifolia
Nama binomial
Citrus aurantifolia
(Christm.) Swingle
Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya.
Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.
1. Syarat Tumbuh
a. Iklim
• Ketinggian tempat : 200 m - 1.300 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 1.000 mm - 1.500 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 12 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 200 C - 300 C • Kelembapan : sedang - tinggi
• Penyinaran : sedang
b. Tanah
• Jenis : latosol, aluvial, andosol.
• Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 40 cm - 170 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 4 - 9
• Kesuburan : sedang - tinggi
2. Pedoman Bertanam
a. Pegolahan Tanah
• Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
• Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
• Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.
b. Persiapan Bibit
• Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.
c. Penanaman
• Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
• Jarak tanam 6 m x 6 m.
Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk. Obat Amandel, Malaria, Ambeien, Sesak Nafas, Influenza, Batuk; Sakit panas, Sembelit, Terlambat haid, perut mules saat haid; Disentri, Perut Mulas, Perut Mual, Lelah, Bau badan, Keriput wajah;
Rasa jeruk nipis yang asam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Dari kandungan berbagai minyak dan zat di dalamnya, jeruk nipis dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan, jeruk nipis juga mempunyai manfaat mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan tersebut, mengonsumsi jeruk nipis bisa mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh Kepala Instalasi Renal RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja'bani.
Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Ia mengatakan kandungan sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia Swingle yang bulat) 10 kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.
Pada umumnya asam sitrat dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari. Maka pemberian jeruk nipis lebih bagus dikonsumsi sesaat sesudah makan malam. Perasan jeruk nipis yang dikonsumsi sesudah makan malam tersebut dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Air perasan dua buah jeruk nipis itu diencerkan dalam dua gelas air.
Meminum campuran jeruk ini bisa menurunkan dan mencegah kekambuhan batu ginjal kalsium idiopatik. Pencegahan penyakit ini perlu sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80 persen penderita batu ginjal. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi masukan kalsium yang cukup, dan mengonsumsi protein rendah fosfat.
KANDUNGAN KIMIA :
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kiniia yang bemianfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat.
100 gram buah jeruk nipis mengandung:
- vitamin C 27 miligram,
- kalsium 40 miligram,
- fosfor 22 miligram,
- hidrat arang 12,4 gram,
- vitamin B 1 0,04 miligram,
- zat besi 0,6 miligram,
- lemak 0,1 gram,
- kalori 37 gram,
- protein 0,8 gram dan - air 86 gram.
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.
Langganan:
Komentar (Atom)