Jeruk nipis
Jeruk nipis
Buah jeruk nipis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Citrus
Spesies: C. aurantifolia
Nama binomial
Citrus aurantifolia
(Christm.) Swingle
Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya.
Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.
1. Syarat Tumbuh
a. Iklim
• Ketinggian tempat : 200 m - 1.300 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 1.000 mm - 1.500 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 12 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 200 C - 300 C • Kelembapan : sedang - tinggi
• Penyinaran : sedang
b. Tanah
• Jenis : latosol, aluvial, andosol.
• Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 40 cm - 170 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 4 - 9
• Kesuburan : sedang - tinggi
2. Pedoman Bertanam
a. Pegolahan Tanah
• Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
• Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
• Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.
b. Persiapan Bibit
• Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.
c. Penanaman
• Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
• Jarak tanam 6 m x 6 m.
Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk. Obat Amandel, Malaria, Ambeien, Sesak Nafas, Influenza, Batuk; Sakit panas, Sembelit, Terlambat haid, perut mules saat haid; Disentri, Perut Mulas, Perut Mual, Lelah, Bau badan, Keriput wajah;
Rasa jeruk nipis yang asam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Dari kandungan berbagai minyak dan zat di dalamnya, jeruk nipis dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan, jeruk nipis juga mempunyai manfaat mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan tersebut, mengonsumsi jeruk nipis bisa mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh Kepala Instalasi Renal RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja'bani.
Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Ia mengatakan kandungan sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia Swingle yang bulat) 10 kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.
Pada umumnya asam sitrat dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari. Maka pemberian jeruk nipis lebih bagus dikonsumsi sesaat sesudah makan malam. Perasan jeruk nipis yang dikonsumsi sesudah makan malam tersebut dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Air perasan dua buah jeruk nipis itu diencerkan dalam dua gelas air.
Meminum campuran jeruk ini bisa menurunkan dan mencegah kekambuhan batu ginjal kalsium idiopatik. Pencegahan penyakit ini perlu sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80 persen penderita batu ginjal. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi masukan kalsium yang cukup, dan mengonsumsi protein rendah fosfat.
KANDUNGAN KIMIA :
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kiniia yang bemianfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat.
100 gram buah jeruk nipis mengandung:
- vitamin C 27 miligram,
- kalsium 40 miligram,
- fosfor 22 miligram,
- hidrat arang 12,4 gram,
- vitamin B 1 0,04 miligram,
- zat besi 0,6 miligram,
- lemak 0,1 gram,
- kalori 37 gram,
- protein 0,8 gram dan - air 86 gram.
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar